Ambon, Jendelakita.com – Ambon Music Office (AMO) akan menggelar ASEAN Music City Forum 2024, pada 30 Oktober mendatang, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) kelima Ambon City Of Musik (Ambon Kota musik) di ibu kota Provinsi Maluku.

Direktur AMO, Roni Loppies mengatakan, kegiatan yang didukung oleh Dinas Pariwisata Kota Ambon itu akang mengusung tema “Musik and Nature.”

“Keterhubungan antara musik dan alam menarik untuk didiskusikan dalam konteks kota-kota musik dunia UNESCO di wilayah ASEAN dengan menggunakan daftar solusi dari SDGs 2030 yakni tujuan 11, 13 dan 15) dan Mondiacult 2022 atau kultur dan dimensi perubahan iklim,” kata Roni Loppies kepada Tim Media Center Kota Ambon, usai menggelar pertemuan di Dinas Pariwisata setempat, di Balai Kota, Senin (26/8/2024).

Menurut dia, konservasi alam dan lingkungan merupakan hal penting dalam upaya membangun ketahanan budaya lokal.

Hal itu didukung oleh oleh komunitas budaya yang tinggal dan menetap di kota Ambon.

“Perhatian terhadap pertumbuhan kota-kota di dunia bukan saja tertuju kepada manusia, tetapi juga kepada alam, sekaligus lingkungan yang memberikan energi bagi perkembangan kota yang berkelanjutan (sustainable city),” ujarnya.

Dikatakan, keberlanjutan ekosistim musik sangat dipengaruhi ketersediaan unsur alam, baik yang biotik maupun abiotik.

Imajinasi musik dapat dinotasikan dari keragaman alam yang sangat dipengaruhi oleh pemandangan pulau kecil seperti Ambon City of Music.

Dijelaskan, kota-kota musik di wilayah ASEAN memiliki kekayaan alam yang sangat tinggi, terutama dari sisi biodiversitas-nya.

Hal itu menjadi penting lantaran ASEAN Music City Forum 2024 juga menghadirkan “City of Craft and Folk Arts” di kota Jinju, Korea Selatan, yang telah berkolaborasi dengan Ambon City of Music dan berbagai kota-kota kreatif lainnya di dunia serta Management Director DASTA, Suphanburi Thailand.

“Kota-kota musik ASEAN yang akan menghadiri forum ini berasal dari Ipoh (Malaysia), Suphanburi (Thailand), Da Lat (Vietnam) akan berkolaborasi juga dengan Jinju (Korea Selatan),” terangnya.

Loppies mengatakan, forum tersebut akan menjadi tonggak sejarah penting yang membangun jejaring dan mempengaruhi dunia, untuk terus membicarakan musik selaku kekayaan budaya dan alam yang diciptakan TUHAN, dalam upaya membangun kota dan masyarakat yang berkelanjutan.

Dia menambahkan, “Amboina International Music Festival/Convention 2024” dalam rangka HUT kelima Ambon UNESCO City of Music juga memberikan peluang kolaborasi yang menghadirkan kreatifitas, inovasi dan kesetaraan selaras dengan tema yang diusung, “Music and Nature.”

Pewarta : Rilis PPID Kota Ambon
Editor     : Rosni Marasabessy

 

By admin